Tampilkan postingan dengan label KABARQ....... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABARQ....... Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2008

150 tahun Ursulin di Indonesia..........

URSULIN, 150 TAHUN
MENCERDASKAN BANGSA


Para biarawati Ursulin telah 150 tahun hadir di negeri ini. Mereka tak hanya mendirikan sekolah, mendidik, dan menghasilkan murid berkualitas, namun juga membangun peradaban di setiap wilayah perutusan. Sebagian jejak bangsa ada dalam karya mereka.


Penulis: Mayong S. Laksono dan Nis Antari


"Walaupun saya anak Mohammad Hatta, saya juga ikut membersihkan WC seperti teman-teman lain. Tetap dihukum kalau melanggar. Semua diperlakukan sama. Dari situ saya belajar untuk tidak membeda-bedakan orang," itulah kesan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, tentang pendidikan yang didapatnya semasa SMP dan SMA Santa Ursula Jakarta (Hidup 6 Februari 2006).

Lewat disiplin dan penggemblengan guru, Meutia banyak belajar tentang nilai-nilai luhur kehidupan. Pendidikan di Santa Ursula memberi banyak kontribusi pada sikap mentalnya. Salah satunya tentang fleksibilitas. "Sampai jadi menteri pun saya ingat ajaran suster: mampu hidup di mana pun. Kalau pergi ke kampung-kampung, saya tidak jijik," tambah alumnus SMA Santa Ursula tahun 1966 ini.

Menteri Meutia adalah salah satu dari ribuan mantan murid lembaga pendidikan Ursulin yang dikelola para suster biarawati dari Ordo Santa Ursula (OSU). Di Jakarta ada sekolah Santa Ursula (Sanur) di Jln. Pos, Santa Maria di Jln. Ir. H. Juanda, Santa Theresia di Jln. Wahid Hasyim, dan Santo Vincentius di Jln. Otto Iskandardinata. Di Provinsi Banten ada Santa Ursula Bumi Serpong Damai (BSD).

Di kota lain, Santa Maria di Surabaya, Cor Jesu di Malang, Santa Angela di Bandung, Regina Pacis di Bogor (sebelum dialihkan ke kongregasi biarawati CMM pada 1947). Di Klaten, Jawa Tengah, ada sekolah Maria Assumpta, disusul Solo dengan nama Regina Pacis, kemudian di Ende, Flores. Di Poso, Sulawesi Tengah, pernah ada sekolah, namun hanya bertahan 12 tahun (1988 - 2000) karena dijarah dan hancur selama masa kerusuhan.

Di Labuan Bajo, Flores, dan di Timor Timur (Baucau 1986 dan Dili 1996) namun semua berakhir setelah referendum kemerdekaan pada September 1999. Di Kotamubagu, Sulawesi Utara, mereka mengelola sekolah Theodorus.

Tentu saja tidak hanya sekolah dan pendidikan kejuruan. Di setiap daerah perutusan mereka selalu melakukan pengabdian kepada masyarakat seperti panti asuhan, pelayanan kesehatan, kursus keterampilan, dan aktivitas sosial dan pastoral. Misalnya, di Sunter (Jakarta Utara) dan Kampung Sawah (Bekasi). Di Sukabumi dan Bandung ada beberapa tempat selain pusat biara dan pendidikan calon biarawati. Juga di Pacet (Jawa Timur), di Cisantana (Jawa Barat) dan Baturetno, Wonogiri (Jawa Tengah). Di Ruteng, Borong, dan Maurole di Flores. Ewer dan Agats di Papua, di Yogyakarta, di Atambua, Timor Barat, di Nangapinoh, Kalimantan Barat, bahkan di Fairview, Quezon City, Manila.

GREEN FESTIVAL DI PERUM RIVER SIDE

11 / 12 / 2007
GREEN FESTIVAL DI PERUM RIVER SIDE

Pada Minggu (9/12) kemarin, Walikota Malang Drs. Peni Suparto, M.AP, Ketua DPRD Drs. Ec. RB. Priatmoko Oetomo MM, beserta jajaran Muspida Kota Malang, mengawali penghijauan dengan penanaman 250 bibit pohon Mahoni di Closter Royal Crysant, Perumahan River Side Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Acara yag digelar atas kerjasama Perum River Side dengan Kecamatan Blimbing itu menghadirkan perwakilan 200 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA sebagai wujud partisipasi program Malang Ijo Royo Royo (MIRR).

Acara tersebut juga merupakan Green Festival yang melibatkan perwakilan pelajar dari 20 sekolah di Kota Malang diantaranya, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang, Palm Kids Primary School Malang, SD Taman Harapan, SDK Cor Jesu, SDK Mardiwiyata Frateran I, SDK Marsudi Siwi, SDK St. Faransikus Lawang, SDK St. Maria I Malang, SDK St. Yusuf 3 Malang, SMP Colose ST Yusuf 2, SMP Negeri 5 Malang, SMPK Budi Mulia Lawang, SMPK Cor Jesu, SMPK Santa Maria 2 malang, SMAK Cor Jesu, dan SMAK St. Albertus Malag.

Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan 1.000 bibit pohon mahoni dari Perum River Side kepada Pemerintah Kota Malang, yang akan ditanam di beberapa tempat kawasan Kota Malang. Penyerahan ini juga disaksikan Ketua DPRD, jajaran Muspida, dan para pelajar.

“Antisipasi Kota Malang terhadap pemanasan global yang disebabkan oleh ulah manusia, sudah sejak lama digiatkan. Seperti program membuat hutan di River Side, Program Malang Ijo Royo Royo. Dan saat ini program ini melibatkan kalangan pelajar, sehingga secara langsung atau tidak langsung akan memberikan pembelajaran kepada anak, untuk peduli terhadap lingkungan hidup” ujar Walikota Peni Suparto. (IT Crew)

SMUK COR JESU MENDAPAT SERIFIKAT ISO 9001 TAHUN 2000

KABARQ......
SMUK COR JESU MENDAPAT SERIFIKAT ISO 9001 TAHUN 2000
Dalam acara reuni temu alumni keluarga besar SMUK Corejesu Kota Malang, selain melepas kangen ternyata SMUK Core Jesu juga berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 tahun 2001, Sabtu (16/08/2008) “Perolehan sertifikat tersebut akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, bahwa sistem manajemen sekolah Core Jesu memiliki standar pendidikan yang bagus dan dijadikan pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya,”ujar Suster Hilda, Kepala Sekola SMUK Core Jesu Pihaknya juga menuturkan, bahwa hal tersebut nantinya akan dijadikan acuan, untuk membenahi seluruh sistem nmanajemen mutu dari SMUK Core Jesu. “Sehingga untuk langkah ke depannya yang perlu dilakukan SMUK Core Jesu, adalah membenahi lagi kultur sekolah, dimana para guru dan karyawan sekolah berubah lebih baik, dalam mengerjakan tugasnya sesuai dengan sistem,”ujarnyaSelain itu, dalam hal ini kompetensi seorang guru sangat diperhatikan. “Di samping itu, untuk mendapatkan lulusan terbaik, SMUK Corejesu juga akan meningkatkan kualitas siswanya,”ujarnya Harapan SMUK Core Jesu setelah mendapat sertifikat ISO tersebut, adalah para siswa dapat belajar dengan baik, dan para karyawan bisa melayani para siswanya dengan baik pula.